Georgetterox

July 9, 2010

Bukan Sekedar "Halaah.."

Filed under: tips n trick — Vicky Laurentina @ 5:09 pm

Musim panas sudah datang, orang mulai senang telanjang di tempat terang. Bukan, ini bukan pantun. Saya kepikiran ini waktu beberapa hari lalu saya jalan di trotoar jalan raya Pasirkaliki, dan saya lihat ada seorang ibu mandiin anaknya di trotoar. Anak itu disiram emaknya pakai gayung yang airnya diambil dari ember, dan diisi pakai kran di tembok pagar sebuah kantor. Pemandangan yang bikin saya tertegun. Anak itu mungkin umurnya baru 1,5 tahun, dan badannya yang telanjang keliatan oleh setiap orang yang lewat Jalan Pasirkaliki.

Mungkin saya lebay, tapi kan bisa aja ada psikopat lewat dan ngeliatin anak yang telanjang itu, lalu kepikiran niat yang jelek-jelek.

Saya jadi inget beberapa minggu lalu saya nonton tivi bareng nyokap. Ada acara reality show di mana seorang seleb lagi mandiin bayinya. Ritual itu dimulai dari mandiin bayi dalam bak bayi, lalu menghanduknya, dan ngebedakin si bayi. Nah, di layar nampak gambar bagian selangkangan si bayi itu dibikin buram oleh stasiun tivinya. Lalu, nyokap saya mencemooh, “Halaah..cuma gambar bayi aja pake dibikin blur segala!”

Sontak saya dan adek saya memprotes cemoohan nyokap itu, dan kami berdua bilang bahwa anak itu sekarang nggak boleh lagi keliatan alat kelaminnya di layar tivi, meskipun dia masih bayi sekecil apapun. Dan stasiun manapun yang masih menayangkan alat kelamin bayi secara terang-terangan bisa kena denda.

Saya tahu agak susah buat orang umum (termasuk nyokap saya sendiri) untuk memahami bahwa anak pun berhak untuk dilindungi alat kelaminnya, bahkan meskipun dia masih bayi. Soalnya balita, bayi, atau anak kecil umumnya kan belum punya akal, jadi dia nggak punya rasa malu. Makanya ajakan untuk menutupi alat kelamin anak kecil biasanya akan ditanggapi dengan cemoohan “halaah..”

Tapi yang tidak diantisipasi banyak orang, melindungi alat kelamin anak dari pandangan orang lain yang tidak berkepentingan, akan mengurangi kemungkinan anak ini jadi calon korban intaian psikopat seks. Anda pernah nggak sih kepikiran bahwa di dunia ini ada orang yang senang mengoleksi foto-foto bayi, tapi hanya foto alat kelaminnya saja?

Tentu saja saya nggak melewatkan alasan kenapa orang masih senang mandiin anaknya di pinggir jalan. Sepupu saya, lebih sering mandiin anak-anaknya yang berumur dua dan satu tahun di halaman depan rumahnya ketimbang di kamar mandinya. Alasannya, seger coz di halaman kan nggak sumpek. Tapi saya sendiri kesulitan ngingetin sepupu saya tentang kemungkinan tetangga psikopat yang seneng ngecengin ponakan-ponakan saya yang lagi telanjang.

Kalau kita bingung gimana caranya kasih pendidikan seks pada anak-anak, sebenarnya mulai aja dari yang gampang-gampang.
1. Jangan mandi di tempat terbuka. Mandilah di kamar mandi yang pintunya ditutup.
2. Tutup alat kelamin anak dari pandangan orang lain yang bukan orangtuanya.
3. Termasuk juga kalau lagi siram-siraman di tempat umum, misalnya kolam renang. Jangan ganti baju di tengah-tengah muka umum.

Itu nasehat yang cukup membumi, bukan begitu?

Fotonya ngambil dari sini
Advertisements

22 Comments »

  1. buat nanti kl dah nikah n punya anak..

    Comment by New Free Blogger Template Everyday — July 9, 2010 @ 5:36 pm

  2. betul mbak vicky.. seharusnya memang pendidikan seks plus penghargaan diri sendiri diajarkan dari kecil… pendidikan sex gak melulu gitu2 loh, dari hal hal yg kecil kayak gitu juga udah dalam kategori 'mendidik'

    Comment by Gaphe — July 9, 2010 @ 10:26 pm

  3. Mungkin kebanyakan orang nggak mikir sampek ke situ, Gaphe. Banyak orang nggak tahu bahwa menjaga alat kelamin anaknya juga termasuk perilaku menghargai diri sendiri..

    Comment by Vicky Laurentina — July 9, 2010 @ 10:47 pm

  4. iya.. gua setuju dengan saran lu. gua juga rada risih gitu liat anak2 kecil telanjang. kejahatan terjadi bukan karena ada otak dari pelaku, tapi juga karena ada kesempatan kan? waspadalah waspadalah… :Dmudah2an gag ilang ya komen yang ini

    Comment by quinie — July 10, 2010 @ 1:26 am

  5. Gara2 artikel ini saya sampai nyasar kesini.. LOLWell, intinya saya sih lebih tertarik liat cewek 16 taon keatas yang gak pake apa2..*dibunuh*

    Comment by jensen99 — July 10, 2010 @ 1:26 am

  6. gue denger malah di Amrik ortu gak boleh foto2 anak2nya yg lagi bugil…. Padahal jaman ortu kita moto'in anak bayi atau under 5 y.o. gak pake baju sih gak masalah….Masalahnya baru ketauan skrg banyak orang gk bener yg seneng ngeliat2 foto2 bugil anak2…Susyeh deh

    Comment by bridge — July 10, 2010 @ 3:52 am

  7. Di zaman spt skrg ini, org udh ditutup macam2 pun msh aja dijahatin. Walopun mmg akhirnya terkait dg masalah nasib, tp kewajiban ortu utk melindungi anaknya ttp harus maksimal. So, aku setuju sm mb.Vicky.

    Comment by Winny Widyawati — July 10, 2010 @ 6:11 am

  8. Saya jadi mikir gimana pendapat mba Vicky tentang pemandian umum? Seperti pemandian umum yang ada di Jepang itu (umum), dimana telanjang di pemandian umum itu hal yang lumrah. Karena di sekitar Jogja sendiri saya masih mendapati ada tempat yang serupa.

    Comment by mawi wijna — July 10, 2010 @ 7:15 am

  9. Ratu, padahal kan anak kecil gitu ya, tapi tetep aja gw juga risih gitu lihat mereka telanjang. Bener banget bahwa anak di-pedofili-in memang kadang-kadang terjadi coz ada kesempatan alat kelamin mereka di-ler gitu aja ke khalayak ramai..Komen lu nggak ilang kali ini, hahaha..Jendraall! *pentung pentung*Bridget, sebenarnya waktu kemaren ada booming kasus Ariel-Luna gw rada ngamuk coz seolah-olah orang dihukum cuman gara-gara syuting bugil atas diri sendiri. Tapi kalau bener di Amrik orang tua juga dihukum cuman gara-gara motret anaknya sendiri yang telanjang, nampaknya gw ngeh sekarang bahwa mungkin hukum kita sudah ketinggalan satu langkah.Orang tua mungkin mengira bahwa motret anak telanjang itu "cute", tapi sebenarnya itu bisa jadi bumerang.Mbak Winny, Mbak sudah punya anak. Pasti Mbak lebih ngerti cara jagain anak daripada aku.Wijna, saya udah sering denger pemandian telanjang massal di Jepang itu. Eksotis sih, tapi saya kok nggak minat ya? Saya pengen sih ikutan nyebur, tapi asalkan saya pakai bikini (bukan topless total). Boro-boro telanjang di depan perempuan asing, telanjang di depan adek perempuan saya aja saya risih banget.Nggak nutup kemungkinan lho ada lesbian-lesbian yang psikopat berkeliaran di pemandian umum itu.

    Comment by Vicky Laurentina — July 10, 2010 @ 10:08 am

  10. teh, aku ngga kepikiran kalau ini akan jadi masalah… coz bagiku biasa aja ngga ada sesuatu yang aneheh, tapi gara-gara tulisan ini, aku jadi mikir2 juga..kalau di desaku, itu biasa aja.. ngga ada juga isu2 psikopat2 gitu..nah, teh Vicky kan di kota besar, pertanyaannya, apa emang psikopat itu cuma ada di dalam situasi yang mirip-mirip metropolis gitu ya???

    Comment by Jazz Muhammad — July 10, 2010 @ 1:45 pm

  11. Jazz, psikopat nggak mengenal kota besar atau kecil. Justru banyak pemberitaan mengenai kasus-kasus pelecehan seksual yang justru terjadi di desa-desa. Misalnya kasus Sumanto, Robot Gedek, mereka adalah pelaku tindakan psikopatik seksual yang justru tinggal di kota-kota kecil.Kalau Jazz sering baca koran, tiap bulan ada saja kan berita guru melakukan pelecehan seksual kepada muridnya. Yang mengejutkan, banyak banget di antara mereka adalah guru ngaji. Kejadian itu justru sering terjadinya di kota-kota kecil lho, jauh lebih sering daripada di Jakarta, Bandung, Semarang, Jogja, atau Surabaya.

    Comment by Vicky Laurentina — July 10, 2010 @ 10:32 pm

  12. sederhana tapi penting.

    Comment by latree — July 11, 2010 @ 5:19 am

  13. Ups!aq dulu wkt kecil suka mandi telanjang di kali wkwkwkkwk… *ngumpet*

    Comment by Mila Said — July 11, 2010 @ 12:37 pm

  14. Tahu nih, nyambung apa nggak. Tapi gimana dengan sunatan massal? Haloo, acara itu kan ditonton orang se-RT/RW (seenggaknya di tempatku kaya gitu). Padahal kan para korbannya (maksudku yang pada sunatan itu) udah gede-gede. Dan tentunya nggak bisa ditutup-tutupin lagi, kan?Haloo? Aunt, gimana tuh…?

    Comment by Hoeda Manis — July 11, 2010 @ 12:42 pm

  15. Sunatan massal, mandi telanjang di kali, itu bagian dari budaya lokal. Erat kaitannya dengan kebiasaan. Termasuk mandiin anak di trotoar juga bagian dari budaya. Dan budaya sangat tergantung sama cara pikir dan wawasan pelakunya. Kalau wawasan pelakunya tidak termasuk mawas diri dan kewaspadaan akan adanya psikopat, ya sampai kapanpun sunatan massal dan mandi di kali ditonton se-RT akan selalu dianggap kebiasaan wajar.Sekarang iseng aja saya mau nanya, kalau Sodara-sodara punya anak, lalu anak Sodara-sodara ikutan sunatan massal, terus di antara penonton sunatan itu ada yang iseng kepingin motret penisnya anak Sodara-sodara buat kenang-kenangan, Sodara-sodara mau nggak?

    Comment by Vicky Laurentina — July 11, 2010 @ 1:43 pm

  16. Iya tuh kalau kejadiannya disini pasti udah ada yg laporin tuh ibu.

    Comment by BabyBeluga — July 11, 2010 @ 1:47 pm

  17. Atas dalih apa? Mandiin anaknya sendiri di pinggir jalan?

    Comment by Vicky Laurentina — July 11, 2010 @ 2:21 pm

  18. Icha aja kalo liat kakanya keluar dari kamar mandi langsung lari bilang, "Kak pake handuknya nanti burungnya terbang!" he..he..

    Comment by Ladyonthemirror — July 11, 2010 @ 2:41 pm

  19. siyap bu…1. saya kalo mandi ga pernah di tempat terbuka…2. saya ga pernah liatin alat kelamin termasuk ke ortu. suer cuma ke istri doang…3. jangankan mandi di tempat terbuka, mandi aja sya jarang…hahaha…

    Comment by rawins — July 12, 2010 @ 12:37 am

  20. Baru aja minggu lalu gue ke MOI-Kelapa Gading, liat di parkiran luarnya ada anak cewek (sktr 6 thn-an) yg ditelanjangi emaknya krn mau diganti bajunya. Gue gak abis pikir, tuh emak kok tega yah 'memamerkan' anaknya? Apa krn dianggap masih kecil? Gak bisa ke toilet apa? Ato paling nggak yah di dalam mobil toh (ini aja anak gue udah kagak mau. dia bilang, org2 dari luar bisa lihat dia 🙂 )

    Comment by lovefaithhope2811 — July 12, 2010 @ 2:21 am

  21. Haiyaa..ganti baju di parkiran luar mal? Nggak ada tindakan lain yang lebih udik lagi ya? Ntie kalo saya nongkrong di ujung mobil, terus saya ngecengin si anak kecil itu, emaknya ngamuk atau biasa-biasa aja? Mbok minimal ditutupin handuk gitu kek.. Kesiyan orang jalan-jalan ke Mall of Indonesia tapi nggak mampu beli handuk..Mungkin perlu makin banyak pemberitaan pelecehan seksual di tivi. Biar jadi shock therapy buat para orang tua.Tapi gimana caranya pakai shock therapy buat orang yang jarang mandi kayak Pak Rawins..? :p

    Comment by Vicky Laurentina — July 12, 2010 @ 3:14 am

  22. Setujuuuu!!!! Inilah pendidikan seks yang paling dasar, jangan menelanjangi anakmu dan anak orang lain di depan umum

    Comment by Astri — July 14, 2010 @ 7:09 pm


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: