Georgetterox

July 27, 2010

Percuma Dikasih Penari

Filed under: features — Vicky Laurentina @ 5:04 pm

Satu hal yang bikin saya rada empet nonton kontes-kontes nyanyi di tivi, entah itu Indonesian Idol, Indonesia Mencari Bakat, Mamma Mia, atau entah apa lagi, adalah penarinya. Yang kadang-kadang menurut saya, penarinya itu justru merusak penampilan penyanyinya. Bukan mau bilang penarinya jelek ya, menurut saya sih tariannya itu bagus, penarinya juga cantik, tapi kadang-kadang saya cuman lihat penarinya tuh sebagai tempelan. Alhasil kontestan yang nyanyi, dengan para penari tuh suka nggak nyambung, gitu lho.

Nggak semua penyanyi kontes itu dikasih penari. Biasanya alasan dikasih penari itu untuk mempermanis pertunjukan, bikin gereget suasana, bikin makna lagu menjadi eksis, dan sebagainya. Tujuan awalnya sih itu.

Tapi pada pelaksanaannya, kadang-kadang penyanyi dan penari itu jadi nggak nyambung pas di pentas. Kelihatanlah dari gestur penyanyinya; saat penari berlenggak-lenggok lincah, penyanyi nampak hanya bergoyang a la kadarnya di antara para penari, atau lebih parah lagi, penyanyi pura-pura berjalan menghampiri penonton sehingga meninggalkan penari yang menari di tengah panggung. Ini cukup sering terjadi pada kontes-kontesan, di mana biasanya seorang kontestan cuman dikasih waktu seminggu untuk mempelajari suatu lagu yang akan dinyanyikan. Artinya hanya seminggu buat ngapalin lagu, latihan suara, dan latihan koreografi. Artinya juga cuman seminggu untuk latihan bersama penari-penari yang biasanya sudah diadakan oleh panitia (kan nggak mungkin toh pesertanya bawa penari sendiri dari rumah). Padahal agak sulit kan membangun chemistry dengan penari yang sebelumnya tidak pernah kita kenal, apalagi hanya dalam seminggu?

Saya respek dengan Agnes Monica, Shanty, Dewi Sandra, dan penyanyi-penyanyi lain yang biasa bawa penari sendiri kalau manggung. Nyata dalam tiap performa mereka, mereka sudah nyiapin pertunjukan itu dengan berlatih jauh-jauh hari sebelumnya. Latihan itu juga termasuk bikin gerakan yang serasi antara penyanyi dan para penarinya, sehingga antara penyanyi dan para penari itu terjadi suatu kesatuan. Bukan sekedar menjadikan para penari latar sebagai pelengkap, bukan juga membuat para penyanyi yang aselinya suaranya fals jadi rada “mewah” karena dikasih penari.

Pada kontes-kontes memang sulit mengharapkan kontestan penyanyi rada nyambung sama penari, coz seperti yang saya bilang tadi, susah membangun chemistry antara penyanyi dan para penari hanya dalam tempo seminggu. Makanya saya pikir mendingan kalau kontes-kontes gitu, nggak usah dikasih penari latar aja sekalian. Karena penari bisa jadi senjata pemanis, sebaliknya bisa pula jadi bumerang. Kesiyan kan, penyanyi-penyanyi kontes yang sudah capek-capek nyanyi dengan suara merdu, bisa kurang SMS-nya gara-gara disuruh menari dengan penari yang nggak nyambung dengannya.

Advertisements

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: